Sahabat Sejatiku

Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
Dihari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi

Aku datang menghampirimu
Kuperlihatkan semua hartaku
Kita selalu berpendapat

kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku raja kau pun raja
Aku hitam kaupun hitam
Arti teman lebih dari sekadar materi

Pegang pundakku jangan pernah lepaskan
Bila kumulai lelah… lelah dan tak bersinar
Remas sayapku jangan pernah lepaskan
Bila kuingin terbang… terbang meninggalkanmu
Ku selalu membanggakanmu

Kaupun selalu menyanjungku
Aku dan kamu - darah abadi
Demi bermain bersama

Kita duakan segalanyaMerdeka kita, kita merdeka
Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini

Tak pernah kita pikirkan ujung perjalanan ini
Tak usah kita pikirkan akhir perjalanan ini


Bait-bait lagu yang dinyanyikan idolaku Duta, vokalis Sheila On 7
menemani perjalanan ewi, winda, sita, susan dan liring ke bogor.
Kita bernyanyi lepas saat itu dan merasa kita adalah yang terhebat,
cetex 97 , sebutan untuk cewe teknik 97 yang diusulkan oleh si jilbab gaul icang.
Terhebat dalam artian persahabatan yang sejati diantara kita semua.
Saat itu tidak ikut teman kita tercinta rosi dan endang.

Aku sendiri memang penggemar sheila on 7,
dan setiap kami melakukan perjalanan kemanapun kaset
itu yang menemani setiap saat.

dan entah kebetulan atau tidak setiap kami hampir menuju jakarta dari bogor
bertepatan dengan terputarnya lagu tunggulah aku di jakartamu.

Persahabatan kita , cetex 97 merupakan anugrah terindah untuk kami semua
yang membuat semua cerita suka dan duka kami akan kami jadikan kisah klasik untuk masa depan

Memang sungguh indah masa-masa itu,
kadang hanya ingin melihat hujan saja, kita langsung menuju bogor.
Di sana kita sholat di masjid raya bogor, makan siang kemudian kembali lagi ke jakarta.
Tidak terasa lelah sedikitpun meski aku dan icang harus bergantian menyetir mobil charade b2052hs dari bogor menuju kedoya mengantarkan nyong ambon yang satu ini, hasita juniana yang kita panggil acit.
Dari kedoya kita lanjut menuju Pondok gede mengantarkan si cantik winda handayani.
Setelah itu lanjut ke bekasi mengantarkan si bungsu nan bongsor yang satu ini Liring.
Sebelum menuju persinggahanku aku mengantarkan si imut icang dahulu di daerah jatinegara kaum.

Tak terasa waktu sudah lama berlalu, hampir 11 tahun persahabatanku dengan anak-anak cetek 97 terjalin ( icang,winda,acit,rosi,liring ,endang dan juga rani) .
Sekarang kita semua sudah menjelma menjadi seorang ibu.
Diantara kami bertujuh, aku, winda,acit dan icang lah yang lebih sering jalan kala kami masih kuliah dulu.
Aku ga membayangkan betapa ramainya jika kami suatu saat ngumpul kembali.
Acit & izal dengan zahwan dan zufar, winda & Tyo bersama devan , icang & idang membawa si kecil zidane, Rosi & Nisfu menggandeng sang buah hati keisha, liring & budi beserta zano, aku & aa alfan membawa buah hati kami tercinta deu & ryu.

Hmmmm...itu baru cewe-cewe tekniknya saja, bagaimana yach jika kami semua cewe & cowo teknik 97 berkumpul kembali.....pasti seru banget ngelihat icang dan buddy badak saling berargumen. Si manusia biasa genggong, si stylish yayan .. wajah malu-malu sang firman
Oh ya apa kabar gadis dari cirebon endang ??

baru membayangkan saja aku sudah tersenyum simpul..

Tak pernah kita pikirkan perjalanan ini......miss u so much my friends.....

No comments: