Seringkali ibu-ibu bekerja mengalami dilema antara ingin memberikan ASI eksklusif kepada bayinya dengan memberikan susu formula. Dengan alasan yang klasik ibu-ibu bekerja memilih untuk memberikan susu formula kepada bayinya.

Dalam pemberian ASI, diakui, secara practically untuk wanita bekerja memang agak sulit. Namun bukan berarti tidak bisa ataupun menjadi alasan untuk tidak menyusui. Selama ada kemauan dan keyakinan, pasti bisa dilakukan. ASI bagi wanita bekerja bisa dilakukan dengan melakukan penyiasatan dan manajemen menyusui yang efektif.

Yang harus dilakukan bagi wanita bekerja agar sukses ASI Eksklusif adalah :

1. Kalau bisa mintalah ijin cuti selama 2.5 bulan setelah melahirkan. "Jadi jangan 1,5 bulan sebelum dan sesudah melahirkan. Konsultasikan dengan atasan agar bisa diijinkan, karena 3 bulan full memberikan ASI pada sang bayi sangatlah baik untuk menunjang pemberian ASI eklusif selama 6 bulan.


2. Tiga minggu sebelum masa cuti selesai, bayi harus dibiasakan menikmati ASI dengan cara spoon feeding (dengan sendok) selain dengan breast feeding (langsung dari payudara). Hal ini perlu agar saat si ibu bekerja lagi, sang bayi terbiasa dengan ASI perasan yang diberikan melalui sendok. Mengapa diberikan dengan sendok? pemberian dengan dot atau botol akan merusak mekanisme dan bisa menyebabkan bayi menolak putting ibunya.

3. Pengaturan pemberian ASI, yakni pagi hari sebelum berangkat ke kantor, bayi diberi ASI melalui breast feeding sampai kenyang. Siangnya di kantor si ibu memerah ASI-nya kurang lebih 20 menit kiri dan kanan, kemudian taruh di botol kaca dan letakkan di dalam lemari es. Sore atau malam saat si ibu di rumah ASI tetap diberikan melalui breast feeding hingga pagi hari. Siangnya saat ibu di kantor, ASI hasil perasan diberikan melalui spoon feeding.

Satu hal yang perlu diingat , jangan sampai anak kehilangan kemampuan untuk menyusu pada ibunya (menghisap putting ibunya). Selama si ibu ada di rumah ASI diberikan secara langsung.

"Pokoknya 6 bulan pertama harus eksklusif, hanya ASI, tidak boleh ada makanan lain ataupun susu formula.

Baru setelah 6 bulan, bayi dikenalkan dengan makanan tambahan yang sehat dan alami secara bertahap dan setelah setahun diberikan makanan keluarga. Pemberian ASI sendiri diteruskan sampai anak berusia 2 tahun atau lebih.

untuk mewujudkan agar kaum ibu mendapat informasi jelas dan bisa menyusui ASI secara ekskluif 6 bulan, diperlukan tempat kerja sayang bayi dan rumah sakit sayang bayi. Tempat kerja sayang bayi adalah tempat kerja yang memungkinkan ibu-ibu bekerja tetap dapat memberikan ASI-nya kepada sang bayi, dengan menyediakan fasilitas pemerahan ASI.

Sedangkan Rumah sakit sayang bayi adalah rumah sakit yang tidak hanya mengutamakan kesehatan ibu saat melahirkan tapi juga kesehatan bayi melalui penginformasian ASI secara benar, memberi waktu bagi si ibu menyusui bayinya, bahkan menyatukan ruangan antara ibu dan bayinya, dan terakhir tidak memberikan susu formula kepada bayi yang baru dilahirkan.

No comments: